<30312DB0EDBFB5C8C62833B1B3292E687770>

Similar documents
70 diklasifikan berdasarkan perubahan letak dan perubahan cara pelafalan kemudian dianalisis penyebabnya. Berikut adalah variasi cara ucap konsonan ya

< 좌측면 ><Gambar sebelah kiri> < 정면 ><Gambar depan>

85 Konteks orangan dalam analisis ini terdiri atas pembaca komik tersebut dan juga lawan bicara dalam cerita. Konteks situasi, tempat dan tujuan memil

< 좌측면 ><Gambar sebelah kiri> < 정면 ><Gambar depan>

< 좌측면 > <Gambar sebelah kiri> < 정면 > <Gambar depan>

78 bingung harus mendukung atau menentang melihat fenomena operasi plastik di Korea Selatan. Meskipun mereka tergolong penggemar, suka dengan hal-hal

3. 명칭맞추기 : 60 장 Mencocokkan nama: 60 buah 면접관이제시하는물품의명칭을한국어로말하시오. Jawablah nama barang yang ditunjuk oleh penilik dalam bahasa Korea. 목장갑 Sarung Tanga

menyusun kalimatnya tidak memiliki makna yang sama dengan makna yang sebenarnya yaitu perintah Kim Byeol untuk tidak merokok. Selain kedua perintah Ki

인도네시아인 종합한국어2(본책)_표지-3쇄.indd

< 노동자문관어드바이스 - Penundaan Pemberlakuan BPJS Kesehatan> BPJS Kesehatan yang awalnya akan diimplementasikan mulai tanggal 1 Januari 2015, dengan MoU anta

Executive Summary Industri perkapalan Korea Selatan sedang berada dalam tahap mengimplementasikan teknologi terkemuka sebagai dampak dari krisis finan

NSDevil's MVB

Microsoft Word - skill test.docx

LJ1200 Getting Started Guide-XL-EN,TC,ID,KO,TH,VI

<322E20B1B9BFDCC3E2C0E5BAB8B0EDBCAD2E687770>

<464C45585FC0CEB5B5B3D7BDC3BEC6BEEE5FC1BEC7D52E687770>

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Penutup sebuah karya ilmiah diantaranya meliputi kesimpulan dan saran serta jawaban atas permasalahan yang diutarakan da

MS 2 Nov 2014 Bible Readings

A11344 ASUS Warranty Information Form Mr/Mrs/Miss: Telephone Number: Address: Address: Purchase Date (DD/MM/YYYY): / / Dealer s Name: Dealer s

untitled

특수건강진단문진표개정판 ( ) Kuesioner Pemeriksaan Kesehatan Khusus Edisi Revisi (1 April 2018) 사업장명 : Nama Perusahaan : 성명 : Nama : 질환력 ( 과거력, 가족력 ) 관련문항

LJ1220 Getting Started Guide-XL- EN,TC,ID,KO,TH,VI

<352E20C0D3BFB5C8A32E687770>

< BPJS KESEHATAN 홈페이지공고문 > Kesepahaman Antara BPJS Kesehatan dengan DPN APINDO Mengenai Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan dari Badan Usaha Jakarta :

LJ1200 Getting Started Guide - XL-EN, TC, KO, TH, ID, VI

PowerPoint 프레젠테이션

QRG110plusnr.fm

ENGLISH Introduction Congratulations on your purchase and welcome to Philips! To fully benefit from the support that Philips offers, register your pro

Ãë¾÷°¡À̵å-Àεµ³×½Ã¾Æ

PowerPoint 프레젠테이션

2 The 2nd Korea-Indonesia Media Installation Art Exhibition: TYPOTOPIA

MS 7 Dec 2014 Bible Readings

2 June 2015 Award recognizes women leaders Two women from two generations have been recognized for their work both as leaders and for developing leade

MS 19 Oct 2014 Bible Readings

untitled

MS 16 Nov 2014 Bible Readings

MENU TREATMENT NEST 2018 KELAS 2 CABANG CIKARANG.cdr

Getting Started Guide

English (original instructions) 中文 ( 简体 ) 中文 ( 繁體 ) BAHASA INDONESIA ภาษาไทย tiếng việt 57 Copyright DEWALT B

English Introduction Congratulations on your purchase and welcome to Philips! To fully benefit from the support that Philips offers, register your pro

Microsoft Word - D bibliography.rtf

Table of Contents Section Page Section Page Important Safety Instructions... 2 Introduction... 4 Unpacking and Checking Carton Contents... 4 Caster/Ca

untitled

INDONESIA Pendahuluan Selamat atas pembelian Anda dan selamat datang di Philips! Untuk memanfaatkan sepenuhnya dukungan yang ditawarkan Philips, dafta

Malaysian Book 2 Baptized by Blazing Fire

d. a, b, c 항에서의고려사항들을기초하여장관령을입안하는것이필요하다. 다음법령들을검토하였음 : 1. 인도네시아공화국전지역의노동감시법효력에대한법률 1948년제23호에관한법률제3 호 (Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang berlak

제2부_콜로키움_발표문집.hwp

T-POS mini manual_154.5x216

1 한국과인니의교역현황 2 인니의관세청조직 3 인니의수출입통관절차등 4 FTA 관련유의사항 5 당부사항

¼ÓÇ¥Áö.pdf


한반도-동남아해양교류-해양대콜로키움[1].hwp

인도네시아고무나무( 산업조림) 투자매뉴얼 Chapter Ⅱ. 인 허가절차 A. 고무나무( 산업조림) 투자 Flow-Chart 외국인투자법인설립 PMA 군수추천서군 주지사 / 주산림국소요기간 : 30 일 주지사추천서발급주 PMA 소요기간 : 30 일 조림지청원 PMA 군

[전문가칼럼_ ]김성민_파푸아의 반복되는 갈등, 그 해결책은.hwp

T-POS mini manual_154.5x216

<30312EB0ADBFB5BCF85F34B1B32E687770>

최종쿼ㄱ84호

Solo2 wireless Quick Start Guide

날짜 시간 행사 비고 3/3 목 11:00 인천공항출발-쿠알라룸프르 말레이시아항공 mh 67편 11:00 출발 말레이시아 Ministry 3/4 금쿠알라룸프 10:00- housing and local government 공무원과 면담 3/5 토쿠알라룸프 3/6 일인천

<BEC6BDC3BEC6322DBAAFC7D8C3B62E687770>

PANDUAN BELAJAR BAHASA KOREA

석사논문연구계획서

<30342DB3EBBBF3C8A334382D315FBFACB1B8BCD220BCF6C1A42E687770>

교육학석사학위논문 말레이시아학습자를위한한국어 간접인용표현교육방안연구 2017 년 2 월 서울대학교대학원 국어교육과한국어교육전공 황페의 黃佩儀, OOI PEY YEE

- 40 세미만의인구비율이높고 3) 지속적인인구증가가예상됨 [ 표 1] 인도네시아연령대별인구구성 인도네시아온라인게임산업동향 작성취지 인도네시아온라인게임산업의기반이되는인프라정보제공 온라인게임소비시장관련정보제공 작성순서 인도네시아시장개요 인도네시아온라인게임시장현황 심층인터

English Introduction Congratulations on your purchase and welcome to Philips! To fully benefit from the support that Philips offers, register your pro

歯kjmh2004v13n1.PDF

인도네시아.PS

ASIAN93Noviembre2014_ASIAN

11¹Ú´ö±Ô

<30342E20C0E5BBF3B0E65F4F4B2E687770>


발간번호 년 A & Q 리 관 무 노 아 시 네 도 인 우 저자 : 백민

Microsoft Word 이연_4교

<30322D3031BCD5B5BFC8A32DC6EDC1FD2E687770>

<B3EDB9AEC1FD5F3235C1FD2E687770>

< BBF3B9DDB1E228C6EDC1FD292E687770>

본책자에수록된인도네시아대통령령한국어번역본은참조용으로법 적인효력은인도네시아어로된관련법령원문에있음을알려드립니다 본책자는중소기업진흥공단인도네시아사무소에비치되어있으며관 련번역본은중진공웹사이트에도등재되어있으니참고하시기바랍니다 본책자가추가로필요하시거나관련내용이궁금하신경우인니투자

< BBE7BEF7BAB8B0ED5F DC7E2C8C420B0E8C8B920BCF6C1A E687770>

R Reading, 187, 205, 208, 230, 247, 290, 306, 331, 332, 333, 334, 335, 336, 338, 339, 340, 341, 342, 343, 344, 345, 353, 354, 361, 362, 368 Response,

pdf 16..

2 동북아역사논총 50호 구권협정으로 해결됐다 는 일본 정부의 주장에 대해, 일본군 위안부 문제는 일 본 정부 군 등 국가권력이 관여한 반인도적 불법행위이므로 한일청구권협정 에 의해 해결된 것으로 볼 수 없다 는 공식 입장을 밝혔다. 또한 2011년 8월 헌 법재판소는

DBPIA-NURIMEDIA

English Introduction Congratulations on your purchase and welcome to Philips! To fully benefit from the support that Philips offers, register your pro

English Introduction Congratulations on your purchase and welcome to Philips! To fully benefit from the support that Philips offers, register your pro

travels_0831.hwp

³»Áö1

00시작 5

조재욱D)-63-88

주민지원사업의 개요

7 1 ( 12 ) ( 1912 ) 4. 3) ( ) 1 3 1, ) ( ), ( ),. 5) ( ) ). ( ). 6). ( ). ( ).

<303220B0EDC7F5C1D82CC0AFBFACBBF32E687770>

DBPIA-NURIMEDIA

English Introduction Congratulations on purchasing your new Philips kettle! In this user manual you find all the information you need to enjoy your ke

백미인전체강좌리스트_ numbers

4 토지사용권 HP (Hak Pakai) 국가또는타인소유의토지로부터의수확물수거또는토지사용에대한권한 담보및양도불가 1. 인도네시아국민 2. 인니법에기초한인니내소재법인 3. 인니거주외국인 4. 대표사무소등 최초 45 년 재발급 25 년 5 임차권 HS (Hak Sewa)

IMPORTANT SAFETY INSTRUCTIONS 1. READ these instructions. 2. KEEP these instructions. 3. HEED all warnings. 4. FOLLOW all instructions. 5. DO NOT use

DICORA-TR Overview in Korean 인도네시아는 2015 년한국의전세계무역대상국중제 14 위수출대상국이다. 또한세계 5 위의인구수를보유하고있으며풍부한천원자원을보유하고있고, 동남아유일의 G20 회원국이다. 전세계온라인유저수및국가대비온라인

레이아웃 1

<302DC5EBC0CFB0FA20C6F2C8AD28BFCF292E687770>

Transcription:

Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional* 1) Koh Young Hun ** I. Mukadimah Tunku Abdul Rahman Putra al-haj pernah mengungkapkan bahwa bangsa Melayu bukan saja sekadar pribumi malahan tuan bagi negara Malaysia dan tiada siapa pun berhak mempertikaikan hakikatnya. 1) Pandangan ini diungkapkannya dari pandangan bahwa bangsa Melayulah yang merupakan bumiputera Malaysia di negara Malaysia. Kalau memang demikian pandangannya, dapat dikatakan tidak kurang penting dibahas unsur apa yang menentukan bangsa Melayu ini, dan perlu dipikirkan sejauh mana unsur itu mengambil peranannya dalam penentuan yang tersebut di atas. Pembangunan bangsa merupakan agenda negara yang berkelanjutan. Suatu tantangan yang pernah diutarakan oleh Tun Dr. Mahathir bin Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia menjurus kepada usaha untuk membentuk bangsa Malaysia yang bersatu padu, berdaya saing, * This work was supported by Hankuk University of Foreign Studies Research Fund of 2013. ** Professor of Malay-Indonesia Literature, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea. 1) Selain itu, Tunku pernah mengatakan pula "Bangsa lain mengakui bahwa Melayu berhak ke atas negara ini." Dikutip dari Rumpun Melayu-Polinesia, Bil.7, hlm.21.

kreatif, adil dan penyayang. 2) Dalam pada itu, pembangunan sumber manusia yang terampil dan mahir merupakan agenda utama negara Malaysia sejak mencapai kemerdekaan pada tahun 1957. Para pemimpin negara pada ketika itu percaya, bahwa dengan adanya tenaga rakyat yang bersatu padu, mahir, berwibawa dan cekap, negara Malaysia dapat dibangunkan dan dimajukan. Ini telah dilakukan dengan mewujudkan Dasar Pendidikan Kebangsaan yang berteraskan bahasa kebangsaan sebagai bahasa pengantarnya yang utama. Dasar pendidikan yang berteraskan bahasa kebangsaan ini merupakan satu fenomena dalam sistem pendidikan negara yang merdeka dan menjadi asas kepada pembangunan bangsa Malaysia. Anderson juga pernah menegaskan pentingnya unsur bahasa dalam penyatuan dan pembangunan sebuah bangsa. Menurut penjelasan Anderson, definisi bangsa dapat dimengerti sebagai suatu komunitas yang terbayang dan terbayang sekaligus sebagai terbatas maupun berdaulat. Dia menguraikan juga bahwa bangsa itu terbayang karena anggotanya tidak akan pernah mengenal satu dengan yang lain, tetapi dalam benak tiap anggota itu, hidup satu bayangan mengenai keterkaitan antara mereka. Selanjutnya, bangsa itu terbayang sebagai 2) Tun Dr. Mahathir bin Mohamad, ketika membentangkan kertas kerjanya "Malaysia Melangkah Ke Hadapan, yang dibentangkan dalam Majlis Perdagangan Malaysia pada 28 Februari 1991, telah menekankan perkara pembangunan sumber tenaga manusia ini:daripada pengalaman ekonomi yang menakjubkan selama dua dasawarsa yang lalu di kalangan semua negara yang dulunya terbatas sumber alamnya, maka amatlah jelas bahwa sumber yang paling utama bagi sesebuah negara adalah bakat, kemahiran, daya cipta, daya usaha rakyatnya. Tenaga otak adalah sumber yang jauh lebih berharga daripada sumber alam. Rakyat adalah sumber yang utama. Tanpa ragu-ragu lagi, pada tahun 1990-an dan seterusnya Malaysia mestilah memberikan perhatian yang sepenuhnya terhadeap pembangunan sumber yang amat penting ini (dikutip dari Wan Mohd Zahid Mohd. Noordin dan Kamaruddin Jaffar. 1993). 4 東南亞硏究 23 권 3 호

terbatas, karena pasti ada perbatasan dengan bangsa-bangsa lain. Selain itu, bangsa itu terbayang sebagai satu komunitas karena, lepas dari ketidakadilan dan penindasan yang mungkin secara nyata ada, bangsa selalu terbayang sebagai persaudaraan yang horizontal dan mendalam. 3) Fenomena baru ini yang tersebut di atas sebenarnya memberi arti yang cukup besar kepada status dan peranan bahasa Melayu. Bahasa Melayu menjadi bahasa pendidikan umum negara Malaysia merdeka. Bahasa Melayu telah dijadikan bahasa pendidikan di semua tingkat pendidikan, yaitu dari tingkat sekolah dasar hinggalah ke tingkat perguruan tinggi. Bahasa Melayu telah menggantikan bahasa Inggris sebagai wahana pendidikan negara Malaysia. Perubahan ini telah memberi nilai dan peranan baru kepada bahasa Melayu. Gejala ini disentuh juga oleh beberapa sastrawan seperti Pramoedya Ananta Toer dalam penyatuan dan pembangunan bangsa dan negara. Tafsiran ini masuk akal pula, mengingat Malaysia merupakan negara yang terdiri dari ketiga-tiga kaum terbesar, yaitu Melayu, Cina, dan India. Dalam konteks ini akan dibahas sejauh mana bahasa Melayu (Indonesia) mengambil peranan dalam pembangunan bangsa, khususnya penyatuan bangsa atau kebangkitan nasional di Malaysia dan Indonesia. II. Bahasa Melayu Asas Pembangunan Bangsa 1. Kedudukan Bahasa Melayu di Nusantara Bahasa Melayu sudah mulai digunakan sebagai lingua franca antara penduduk di pesisir Selat Melaka dengan pedagang dari Cina dan India 3) Benedict Anderson. 1990. Language and Power. hlm.15-16. Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 5

sejak Abad yang pertama. 4) Pada zaman kerajaan Sriwijaya abad ketujuh hingga abad ketiga belas, bahasa Melayu dipercayai telah digunakan sebagai bahasa resmi atau sekurang-kurangnya sebagai bahasa agama, di samping bahasa Sanskerta. Kemudian mulai abad kelima belas, pelabuhan Melaka yang dikuasai oleh kerajaan Melayu beragama Islam, menjadi pusat berkembangnya bahasa Melayu sebagai bahasa perdagangan internasional. Kedatangan Islam ke dunia Melayu membawa perubahan yang besar ke alam pemikiran penduduk pribumi. Dengan menggunakan abjad Arab sebagai alat tulisannya yang baru, bahasa Melayu mulai berkembang sebagai bahasa persuratan dan bahasa ilmu yang kaya. 5) Bahasa Melayu menjadi bahasa wacana ilmu tinggi secara lebih meluas dalam abad ketujuh belas apabila sekumpulan penulis masyhur di Aceh seperti Sheikh Nuru'ddin Ar-Raniri, Abdul Rauf dari Singkel, Shamsu'udin al-samatrani, dan penyair yang agung Hamzah Fansuri, menghasilkan karya-karya yang bersifat intelektual tentang teori Islam, filsafat sufisme dan metafizik dalam Bahasa Melayu. Menurut Hoffman, bahasa Melayu telah diperkenalkan di daerah Ambon mulai pertengahan abad kelima belas oleh para pedagang yang datang dari Melaka; dan pada awal abad ketujuh belas dapat dikatakan, bahasa itu digunakan secara luas di daerah tersebut. 6) Di daerah 4) Lihat Robert Blast. 1988. "Malay Historical Linguistics" hlm.10. 5) Pada tahun 1521 Sutan Abu Hayat daru Ternate menulis dua pucuk surat dalam bahasa Melayu bertulisan Jawi kepada raja Portugal, King John ke-111. Ketika St. Xavier memerangi Islam di kepulauan Maluku pada abad yang sama, dia telah menuliskan ajaran-ajaran agama Kristen dalam bahasa Melayu. Ini karena dia menyadari bahwa kebanyakan penduduk di kepulauan itu bertutur dalam bahasa Melayu.(Lihat Sutan Takdir Alijsyahbana. 1974. "Language Policy, Language Engineering and Literacy in Indonesia and Malaysia". hlm. 391-416). 6) John Hoffman. 1979. "A Foreign Investment: Indies Malay to 1901". hlm. 66. 6 東南亞硏究 23 권 3 호

Batavia, mulai tahun 1620, bahasa Melayu sudah merupakan salah satu bahasa agama pembaharuan (reformed religion). Pada awal abad kedelapan belas pihak VOC lebih memihak untuk menggunakan bahasa Melayu dalam urusan-urusan perdagangan dan pemerintahan. Tetapi, setelah VOC dibubarkan pada akhir abad kedelapn belas, kalangan pegawai pemerintah digalakkan supaya menggunakan bahasa Jawa dengan remarkable decree pada tahun 1811. Meskipun begitu, selepas pemerintahan Belanda menjalankan kekuasaannya, bahasa Melayu digunakan kembali dengan Resolusi 25 Maret 1819 dan langkah kerajaan Belanda pada tahun 1827, 1837 dan 1839. Walaupun didirikan Institut Surakarta pada tahun 1832, yang mengajar bahasa Jawa kepada pegawai Belanda untuk melancarkan tugasnya, kebanyakan pegawai itu lebih suka menggunakan bahasa Melayu daripada bahasa Jawa, karena penguasaan bahasa Jawa dianggap sukar. Menjelang pertengahan abad ke-19, kalangan bangsawan Jawa juga ikut menggunakan bahasa Melayu dalam perbincangan dengan orang-orang asing. Seterusnya, Gubernur Jenderal Rochussen (1845-1851) memberlakukan supaya bahasa Melayu digunakan secara lebih luas daripada bahasa-bahasa daerah lain ketika berurusan dengan pemerintah lokal. Mulai tahun 1848, bahasa Melayu digunakan dalam memperkenalkan pelajaran umum dan pendidikan agama untuk pribumi. Berbeda dengan kebijakan bahasa negara-negara penjajah seperti Portugal, Spanyol, Perancis, dan Inggris, pihak Belanda tidak menggalakkan penggunaan bahasa Belanda di Hindia Belanda. 7) Lama kelamaan kedudukan bahasa Melayu di Hindia Belanda menjadi kokoh dan mengambil peranan 7) Lihat John Hoffman. 1979. "A Foreign Investment: Indies Malay to 1901". hlm. 65. Hoffman menjelaskan bahwa sikap ini berasal dari "singular and intentional colonial policy to enhance Dutch prestige by withholding use of the Dutch language from the Indonesia peoples." Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 7

sebagai bahasa administratif. Hoffman menjelaskannya seperti berikut. By the beginning of twentieth century, service-malay was so recognizes as the administrative language of the Indies that seventy years later the Indonesian government could refer to the form given to it in 1901 by Charles Andrian van Ophuijsen as bahasa Indonesia. 8) Sementara itu, George Mac T. Kahin berpendapat bahwa satu faktor penyatuan Hindia adalah adanya perkembangan satu lingua franca lama di kepulauan itu, yaitu bahasa Melayu, sebagai bahasa kebangsaan, yang bersama-sama dengan agama Islam telah berhasil melenyapkan pandangan sempit mengenai nasionalisme Indonesia. 9) Sebagian besar terjadi karena orang-orang Belanda selalu menggunakan bahasa Melayu dalam menjalankan pemerintahannya; setengahnya dari mereka menekankan bahwa martabat bahasa Belanda dan perasaan rendah orang Indonesia dapat dipertahankan dengan tidak mengizinkan mereka berbahasa Belanda dengan orang Belanda, tetapi cukup dengan bahasa Melayu. Denzel Carr berpendapat bahwa bahasa Melayu lebih demokratis daripada bahasa Jawa, dan lebih sederhana dalam bentuk tatabahasa, pengucapan dan paling utama dalam kekayaan kata-kata. 10) Memandang definisi bahasa sebagai ucapan pikiran dan perasaan manusia, 11) maka segala usaha Pramoedya untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa perantara yang dipaparkan dalam karyanya patut diberi 8) John Hoffman. 1979. "A Foreign Investment: Indies Malay to 1901". hlm. 66. 9) Lihat George Mc Kahin. 1995. Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia. hlm. 160-165. 10) Denzel Carr, 1959, Sampai ke Mana Memumikan Bahasa? Siasat, 21 Januari. 11) Sutan Takdir Alisjahbana, 1977, Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia I. hlm. 5. 8 東南亞硏究 23 권 3 호

perhatian. Selama ini dasar bahasa Melayu di Malaysia dapat dikatakan kuat dipertahankan, terutama oleh para nasionalis Melayu. Bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa ilmu dari tingkat rendah sampai ke tingkat perguruan tinggi. Akan tetapi, kewibawaan bahasa Melayu kini sudah terancam. Bahasa Melayu masih tidak dapat menandingi kewibawaan bahasa Inggris. Lulusan melalui perantaraan bahasa Melayu, walaupun dalam bidang profesional dan teknikal, masih mendapat tempat kedua jika dibandingkan dengan lulusan melalui perantaraan bahasa Inggris lebih-lebih lagi dari universitas luar negeri. Oleh yang demikian, apakah akan jadi kepada kedudukan dan perkembangan pengkajian bahasa Melayu pada masa-masa akan datang karena di kalangan orang Melayu sendiri, sesama mereka, sudah tidak lagi mau berbicara dalam bahasa Melayu. 2. Peranan Bahasa Melayu dalam Penyatuan Bangsa di Malaysia Tidak berlebihan jika dikatakan tidak kurang penting penggunaan bahasa yang sama dalam pembentukan satu bangsa dan negara. Ini disebabkan karena bahasa nasional menjadi sarana penting dalam hal demikian. Misalkan saja, seandainya ada segenap warga negara yang menggunakan bahasa yang berlainan, mereka pasti menghadapi sesuatu hambatan sebagai salah seorang warga negaranya. Ini bermaksud bahwa penggunaan bahasa yang sama di sesuatu negara menjadi dasar penyatuan dan pemerintahannya. Di tanah Malaysia, karena terdiri dari beberapa kaum, terpaksa digunakan beberapa bahasa, yaitu bahasa Melayu, bahasa Cina, bahasa Tamil, dan bahasa Inggris. Namun Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 9

demikian, bahasa Melayu di Malaysia berperanan penting dalam penyatuan negara Malaysia, karena sudah dijadikan bahasa nasional. Bahasa resmi dan bahasa nasional di Malaysia ialah bahasa Melayu. Dari segi asal usul, bahasa Melayu sekeluarga dengan bahasa-bahasa Austronesia seperti bahasa Minangkabau, Jawa, Tagalog, Iban, Sunda dan bahasa-bahasa Nusantara lain. Seperti disebutkan di atas, selain dari bahasa Melayu terdapat beberapa bahasa pendatang di Malaysia antaranya termasuk bahasa Cina dan bahasa Tamil. Bahasa Inggris berdiri sebagai bahasa penjajah. Menurut Nik Safiah Karim, oleh karena pengaruh kuasa penjajah bahasa Inggris telah menjadi bahasa penting. Kepentingan bahasa Inggris begitu jelas dalam konteks ekonomi dan komunikasi internasional. 12) Umumnya semua penduduk Malaysia dapat bertutur dalam bahasa Melayu. Di Malaysia bahasa Melayu menjadi bahasa perpaduan dan bahasa ilmu pengetahuan yang utama. Walaupun begitu di kalangan orang Melayu sendiri terdapat berbagai variasi bahasa yang antaranya termasuk bahasa pasar, bahasa cakap mulut, jenis bahasa Melayu kearaban dan jenis bahasa Melayu keinggrisan. Setiap variasi bahasa ini mempunyai pengikut dan pengamalnya sendiri dan kadang-kadang seperti ada kelas dan kedudukannya yang tersendiri dalam susunlapis masyarakat. 13) 12) Lihat Nik Safiah karim. 1988. Sosiolinguistik Bahasa Melayu dan Pengajaran. hlm. 45-50. 13) Menurut Zaiton dan Zaini (1990) dan Ismail Hussein (1980) penulisan tentang asal usul dan sajarah bahasa Melayu telah dijalankan sejak kurun Ke-17 lagi. Antaranya termasuk J.R. Foster (1864), W. Marsden (1843), Van Humboldt (1838), J.R. Logan (1848), A H. Keane (1880) dan R.O. Winstedt (1939). Ini menunjukkan bahwa pengkaji luar telah lama cenderung dan berminat untuk mengkaji sejarah bahasa Melayu. Sejak kebelakangan ini kecenderungan pengkaji dan pencinta bahasa Melayu untuk mengkaji dan memajukan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu dan 10 東南亞硏究 23 권 3 호

Kegiatan menghayati penggunaan bahasa bukan sahaja harus dijalankan, malahan perlu diadakan secara terancang. 14) Tanpa usaha-usaha yang bersepadu, dapatkah pusat-pusat pengajian ini terus wujud? Dapatkah kegiatannya dikenali pusat lain kalau tidak dihebah luas? Perkara ini bukan sahaja benar untuk negara yang tidak berbahasa Melayu, malahan benar juga untuk negara yang bahasa ini berstatus bahasa kebangsaan ataupun bahasa resmi negara Malaysia. Perkembangan dan pelaksanaan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan kebangsaan telah berkembang dengan pesat apabila parlimen meluluskan Education Review Committe (1960), Akta Pendidikan (1961) dan Akta Bahasa Kebangsaan (1963). Polemik bahasa pengantar dalam sistem pendidikan kebangsaan menjadi topik hangat yang sering didebatkan di kalangan kaum-kaum di Malaysia. Implikasi negatif dan perasaan tidak puas hati di kalangan kaum disalurkan melalui media suratkabar etnik yang menjadi wadah dan informasi kaum yang utama ketika itu. Akibatnya berlakulah Peristiwa 13 Mei 1969. Kesannya, isu bahasa Melayu tidak boleh lagi didebatkan dan dibincangkan di hadapan khalayak. Perkara bahasa kebangsaan diletakkan di bawah Akta Hasutan dan sebagai rakyat bahasa antarabangsa semakin pesat berkembang. Pengkaji dan penulis tempatan yang produktif termasuklah Asmah Hj Omar (1974, 1978, 1980, 1982, 1986, 1992), Nik Safiah Karim (1978, 1988), Abdullah Hassan (1974, 1986, 1989), Farid Onn (1976), Masudi Kadir (1981), Raja Mukhtaruddin Raja Mohd Dain (1982) dan Hashim Musa (1994). Rata-rata pengkaji ini lebih cenderung untuk mengkaji susur galur bahasa Melayu dan agak kurang yang berkecenderungan untuk melihat perkembangan bahasa Melayu dari sudut pengajaran dan pembelajaran. Terdapat beberapa penulis yang agak produktif antaranya termasuk Awang Had Salleh (1973) Azman Wan Chik (1981, 1982), Kamaruddin Hj Husin (1986, 1988, 1991) dan Abdullah Hassan (1980,1989) 14) Choy-Kim Chuah. 1996. "Pengajian Bahasa Melayu pada Abad ke-21". hml. 3 Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 11

Malaysia yang setia dan menghormati keluhuran perlembagaan isu ini tidak boleh dipertikaikan lagi. Mulai tahun 1990 isu bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar dan bahasa subjek menyeluruh dalam sistem pendidikan kebangsaan baik di tingkat pendidikan umum, pendidikan perniagaan dan pendidikan prasekolah telah kembali bergolak. Pergolakan ini tercetus apabila Kementerian Pendidikan Malaysia mengubah satu akta pendidikan yang dikenali sebagai Akta Pendidikan tahun 1995. Akta Pendidikan ini dapat digunakan bagi seluruh sistem pendidikan negara Malaysia bagi jangka masa sekurang-kurangnya tahun 2020. Akta Pendidikan ini perlu bagi menentukan dasar, tujuan dan garis panduan bagi mengawasi perkembangan pendidikan umum yang berfungsi sebagai peruntukan sosial dan pendidikan swasta sebagai peruntukan pendidikan ekonomi dalam cetusan pendidikan perniagaan. Polemik bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan kebangsaan mula bergolak sejak wujudnya Penyataan Razak (1956) dan diikuti dengan Laporan Rahman Talib (1960). Akta Pendidikan (1961) telah digunakan sebagai isu untuk mempolitikkan isu bahasa. Akta Pendidikan (1961) yang antara lain menyatakan bahwa bahasa Cina dan bahasa Tamil hanya boleh digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah dasar jenis kebangsaan dan telah memansuhkan sekolah-sekolah menengah jenis kebangsaan di mana Bahasa Cina dan Tamil boleh digunakan sebagai bahasa pengantar. Isu alih bahasa semasa bergerak ke sekolah menengah kebangsaan juga dipolemikkan karena pelajar bukan Melayu diharuskan mengikuti kelas peralihan selama setahun untuk memperkokoh penguasaan dan penggunaan bahasa Melayu. 15) 15) Kasus di Swiss dapat dirujuk kepada Malaysia. Ini kerana negara Swiss yang menggunakan empat bahasa sebagai bahasa resmi negaranya tidak 12 東南亞硏究 23 권 3 호

Dapat dikatakan sistem pendidikan Malaysia pada tahun 1990-an memberi penekanan yang lebih menyeluruh dan sepadu terhadap penggunaan bahasa Melayu. Sebagai bahasa pengantar utama bahasa Melayu dapat direalisasikan pelaksanaannya kepada kanak-kanak melalui penggunaan kurikulum pengajaran bahasa Melayu yang sama dalam ujian umum. Sejak kebelakangan ini didapati bahwa pencapaian pelajar bukan Melayu di sekolah dasar semakin merosot. Punca kelemahan ini mungkin disebabkan mereka tidak dapat menguasai bahasa Melayu dengan baik. Mereka kurang mampu menguasai dan berkomunikasi dalam bahasa Melayu. Mereka kurang fasih dan faham menjawab soal-soal ujian yang menggunakan bahasa Melayu. Walau bagaimana pun isu ini tidak boleh dijadikan alasan karena amalan penggunaan bahasa Melayu dalam sistem pendidikan kebangsaan telah bermula sejak Penyataan Razak (1956) lagi. Pelajar-pelajar ini perlu mengubah sikap dan tanggapan terhadap kepentingan bahasa Melayu. Perang saraf dan kampanye kesadaran yang lebih agresif terhadap kumpulan pelajar jenis ini sudah ditingkatkan agar mereka tidak menjadi mangsa perubahan jurang etnik dan ego politik. Perjuangan untuk menyesuaikan kedudukan bahasa etnik agar seganding dengan bahasa kebangsaan pernah menjadi isu tersembunyi. Isu bahasa kebangsaan, bahasa ibunda dan bahasa Inggris akan terus didebatkan dari masa ke semasa. Kedudukan pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris semakin dikemaskan bagi mengisi misi pertumbuhan ekonomi negara. Dasar pendidikan yang berteraskan kepada persemufakatan di antara etnik yang terdapat di Malaysia pernah ditekankan. Sistem pendidikan gagal dalam kebangkitan nasional. Keadaannya dapat dikatakan sama, karena di Malaysia juga sedang dipakai beberapa bahasa selain bahasa Melayu, yaitu bahasa Cina, bahasa Tamil, dan bahasa Inggris. Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 13

negara yang berhasrat untuk menyatupadukan rakyat Malaysia dalam satu kelumpuk rupa bangsa melalui penggunaan bahasa pengantar yang satu dalam sistem pendidikan kebangsaan dititikberatkan. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar diperhatikan tidak hanya pada pendidikan yang dibiayai oleh pemerintah sahaja, melainkan institusi pendidikan komersial juga perlu terlibat dengan memberi penekanan kepada pengajaran bahasa Melayu sebagai bahasa komunikasi dan bahasa perpaduan antara kaum di Malaysia. Kedudukan bahasa-bahasa etnik berfungsi sebagai bahasa kekeluargaan dan statusnya kekal sebagai bahasa kedua dan semua pelajar dapat mempelajarinya sebagai bahasa subjek. Dapat dikatakan bercanggah dengan Dasar Pendidikan Negara (1995) seandainya bahasa etnik digunakan sebagai bahasa pengantar di sebarang tingkat pendidikan baik pra-sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah, atau perguruan tinggi. Sebagai lambang jati diri bangsa dan negara, status bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar di semua tingkat pendidikan dapat dinilai berhasil. Kementerian Pendidikan Malaysia telah menyeragamkan pelaksanaan dasar bahasa di semua tingkat pendidikan dan semua pelajar menempuh ujian dengan menggunakan bahasa Melayu, langkah ini merupakan satu tindakan yang bijak untuk melambangkan daya jati diri penduduk Malaysia. Pihak institusi pendidikan swasta juga mengajar bahasa Melayu kepada pelajar-pelajarya selagi institusi berkenaan beroperasi di Malaysia. Institusi pendidikan swasta samasama berganding bahu untuk mewajibkan pelajarya belajar bahasa Melayu. Ini perlu karena jika tidak diamalkan segera diyakini akan wujud jurang bahasa di antara etnik di Malaysia. Dengan demikian ia dapat membesarkan bibit-bibit antara kaum di Malaysia. Sebagaimana yang diketahui, Tun Dr. Mahathir bin Mohammad 14 東南亞硏究 23 권 3 호

memprakarsai Kebijakan Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Metelatika dalam Bahasa Inggris (PPSMI) yang telah diterapkan di sistem pendidikan Malaysia. PPSMI merupakan satu dasar pendidikan Malaysia yang menetapkan bahasa Inggris menggantikan bahasa kebangsaan/ibunda sebagai bahasa perantara mata pelajaran Sains dan Matematik di semua peringkat pendidikan. Dasar PPSMI sering menjadi isu perdebatan yang hangat semenjak dilaksanakan oleh administrasi Tun Dr. Mahathir bin Mohamad pada tahun 2003. Namun dasar ini dihapuskan sepenuhnya pada tahun 2012 seperti yang diumumkan oleh Menteri Pelajaran Tan Sri Muhyiddin Yassin setelah kajian mendalam dilakukan. Dapat dikatakan wajar dasar ini ditiadakan karena bahasa Melayu berkemampuan dan harus dapat dijadikan sebagai bahasa perantara di segenap sekolah di Malaysia. Tidak dapat dinafikan bahwa bahasa Melayu mengambil peranan penting dalam penyatuan negara Malaysia. Penggunaan bahasa nasional itu sebenarnya penting dalam memajukan bangsa dan mengekalkan jati diri Malaysia. Seandainya tidak demikian status bahasa Melayu di Malaysia, penyatuan serta perkembangan negara mungkin menghadapi tantangan dan hambatan yang luar biasa. Apalagi di Malaysia yang terdiri dari beberapa kaum. Ini disebabkan karena suatu bahasa, selain merupakan sarana berkomunikasi, mengambil peranan khusus untuk menyatukan negara. Dalam konteks yang sama, keberhasilan negara Malaysia pada masa kini sebagian berpunca dari kebijakan yang mewajarkan penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional. Walaupun majmuk sifatnya, rakyat Malaysia masih terus dapat hidup sebagai keluarga besar. Malaysia berhasil mewujudkan konsep bahasa perpaduan, yang digunakan oleh segenap lapisan masyarakat tanpa membedakan kaum dan agama. Keharmonisan dan perpaduan kaum ini berhasil karena prasarana kebahasaan yang telah dirancang secara luas Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 15

oleh pihak pemerintah Malaysia. 3. Bahasa Indonesia dalam Kebangkitan Nasional di Indonesia Sebagaimana tersebut di atas bahasa Melayu sudah menjadi berperanan lingua franca di kepulauan Indonesia sejak abad kelima belas. Perlu ditekankan bahwa pada permulaan abad ke-20, bahasa Jawa hanya digunakan secara terbatas dalam lingkungan orang-orang Jawa; begitu juga bahasa Sunda, dan bahasa-bahasa suku yang lain, kecuali bahasa Melayu. Bahasa Melayu yang telah berabad-abad menjadi lingua franca di seluruh kepulauan Indonesia dapat dipahami oleh kebanyakan golongan atau kelompok-kelompok suku di Indonesia. Selain itu, kaum intelektual Indonesia yang sejak tahun 1908 dengan berbagai cara telah berusaha untuk mendirikan organisasi-organisasi untuk mempengaruhi rakyat agar mereka bangun dan maju, lambat laun mereka akan sadar bahwa tidak akan dapat berhubungan erat dengan seluruh rakyat melalui perantaraan bahasa Belanda. Ini disebabkan bahasa Belanda itu untuk selama-lamanya hanya akan dapat dipahami oleh sejumlah yang kecil dari bangsa Indonesia. Berdasarkan keyakinan bahwa hanya penyatuan bangsa Indonesia seluruhnya yang dapat mewujudkan suatu tenaga besar untuk menentang kekuasaan penjajahan, maka dengan sendirinya mereka berusaha mencari suatu bahasa yang dapat dipahami oleh bahagian rakyat yang terbesar, yaitu bahasa Melayu. Andaikata kekuasaan Belanda dalam abad kesembilan belas itu terbatas pada Jawa, yang memang mungkin terjadi, maka kiranya, bahasa Jawa dengan gampang sudah akan menjadi bahasa dari negara bangsa Jawa bekas jajahan dalam abad kedua puluh. Tetapi sejak 1910, 16 東南亞硏究 23 권 3 호

imperium Belanda di Timur yang kemudian demikian luasnya itu sekarang meliputi begitu banyak golongan etnolinguistik yang penting, sehingga "pilihan terhadap bahasa Jawa" telah terhapus secara mendasar. Sebagaimana dengan baik telah ditunjukkan Hoffman, bahwa rezim kolonial Belanda justru adalah promotor yang paling awal dan sekaligus paling gigih bagi bahasa yang kelak dinamakan bahasa Indonesia, satu hal karena sama sekali tak ada maksud untuk menjadikan bahasa Belanda sebagai bahasa kolonial antarsuku, hal lain karena Belanda memerlukan komunikasi tunggal untuk kawasannya yang heterogen itu. Oleh yang demikian sudah sejak abad kesembilan belas itu bahasa Jawa telah sekadar merupakan alat untuk menggampangkan penguasaannya atas satu bagian daerah jajahannya walaupun barangkali masih merupakan bagian yang terpenting. Dengan perkataan lain, kedudukan bahasa Jawa telah jatuh pada kedudukan bahasa daerah sejak tamatnya periode Cultuurstelsel(1830-1870). Dengan perluasan jaringan pendidikan pada awal abad kedua puluh, bahasa Melayu menjadi semakin penting guna mencetak kader-kader pribumi bawahan yang diperlukan untuk menangani birokrasi negara dan perusahaan yang berkembang dengan pesat. Keduanya memerlukan personalia untuk menangani masalah-masalah penting antarpulau, dan seringkali pula untuk bekerja di daerah-daerah jatuh di luar kampung halaman etnolinguistiknya sendiri. Akhirnya, kapitalisme cetak pun memberikan peranannya dalam proses ini; karena pasar yang ada maupun yang potensi bagi naskah-naskah tercetak berbahasa Melayu jelas lebih besar ketimbang buat yang berbahasa Jawa. 16) Anderson mengemukakan bahwa bahasa Melayu lebih unggul dari bahasa Jawa (yang sangat jelas sebelum Perang Dunia I dan jauh 16) Lihat Benedict Anderson. 1990. Language and Power. hlm. 196-197. Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 17

sebelum Sumpah Pemuda pada tahun 1928) dalam pasar penerbitan sastra, terutama pastilah oleh karena kenyataan bahwa unsur pokok dalam pasar ini baik sebagai produsen maupun sebagai konsumen - ialah masyarakat Cina peranakan yang tidak berbahasa Cina (lahir di Indonesia) di kota dan kota-kota besar. 17) Dalam pada itu, Pramoedya menekankan pentingnya peranan bahasa Melayu dalam kebangkitan nasional di kepulauan Indonesia. Ia mengutarakan pandangan ini melalui tokoh Minke. Minke sebenarnya lebih bijak menulis artikel untuk suratkabar dalam bahasa Belanda daripada bahasa Jawa dan bahasa Melayu, karena dia menerima pendidikan di HBS yang menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Tetapi, ketika golongan bukan pribumi menerbitkan suratkabar dalam bahasa Melayu dan bahasa Jawa 18), Marais dan Kommer, sebagai orang yang memupuk semangat nasionalisme kepada Minke, mulai mendesaknya supaya menulis artikel dalam bahasa Melayu. Pada waktu itu bahasa Melayu menjadi lingua franca di kepulauan Indonesia. Mereka menganggap bahwa dengan berbuat demikian, Minke dapat mempersoalkan isu-isu yang menyangkut kepentingan pembaca pribumi sendiri secara lebih mendalam dan menyeluruh. Mereka menuntut seperti berikut: Sekali Tuan mulai menulis Melayu, Tuan akan cepat dapat menemukan kunci. Bahwa Tuan mahir berbahasa Belanda memang mengagumkan. Tetapi bahwa Tuan menulis Melayu, bahasa negeri Tuan sendiri, itulah tanda kecintaan Tuan pada negeri dan bangsa sendiri... Siapa yang mengajak bangsa-bangsa pribumi bicara kalau 17) Benedict Anderson. 1990. Language and Power. hlm. 198 18) Menurut Pramoedya, surat-surat kabar itu, antara lain Pemberita Betawie, Bintang Soerabaia, Taman Sari, Penghantar, Retno Doemilah, Djawi Kondo, Pertja Barat, dll. (lihat Anak Semua Bangsa, hlm. 102). 18 東南亞硏究 23 권 3 호

bukan pengarang-pengarangnya sendiri seperti Tuan?. Minke, sela Jean Marais lagi, aku tak bisa bicara. Anggap suara Tuan Kommer suaraku sendiri. Juga aku mengharap padamu - belum sampai hati aku mengatakan menuntut - bicaralah kau pada bangsamu sendiri. Kau lebih dibutuhkan bangsamu sendiri daripada bangsa apa dan siapa pun. Eropa dan Belanda tanpa kau tidak merasa rugi. (Anak Semua Bangsa, hlm. 104-105). Seperti yang dijelaskan di atas, Minke dituntut untuk memberi penyuluhan bagi bangsanya sendiri yang tenggelam dalam kegelapan melalui tulisan dalam suratkabar. Untuk itu dia harus mendalami bahasa Melayu yang sudah tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Seperti dikatakan di atas, pada permulaan abad ke-20, bahasa Jawa hanya digunakan secara terbatas dalam lingkungan orang-orang Jawa; begitu juga bahasa Sunda, dan bahasa-bahasa suku yang lain, kecuali bahasa Melayu. Bahasa Melayu yang telah berabad-abad menjadi lingua franca di seluruh kepulauan Indonesia dapat difahami oleh kebanyakan golongan atau kelompok-kelompok suku di Indonesia. Selain itu, kaum intelektual Indonesia yang sejak tahun 1908 dengan berbagai cara telah berusaha untuk mendirikan organisasi-organisasi untuk mempengaruhi rakyat agar mereka bangun dan maju, lambat laun mereka akan sadar bahwa tidak akan dapat berhubungan erat dengan seluruh rakyat melalui perantaraan bahasa Belanda. Ini disebabkan bahasa Belanda itu untuk selama-lamanya hanya akan dapat difahami oleh sejumlah yang kecil dari bangsa Indonesia. Berdasarkan keyakinan bahwa hanya penyatuan bangsa Indonesia seluruhnya yang dapat mewujudkan suatu tenaga besar untuk menentang kekuasaan penjajahan, maka dengan sendirinya mereka berusaha mencari suatu bahasa yang dapat difahami oleh bahagian rakyat yang terbesar, 19) yaitu bahasa Melayu. Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 19

Generasi pertama Indonesia modern berupaya dengan gigih agar tidak mengalami "devide and rule" lagi, karenanya mereka memerlukan suatu bahasa persatuan yang bukan bahasa penjajah. 20) Bahasa Melayulah yang telah berabad-abad menjadi bahasa perantara antarpulau di Nusantara secara ideal cocok dengan tujuan ini. Para nasionalis yang berasal dari Jawa, di samping mengakui kesulitan berbahasa Jawa, berpandangan jauh dan cukup murah hati untuk tidak memaksakan bahasa ibu mereka menjadi bahasa nasional bagi kelompok-kelompok etnolinguistik lainnya. Anderson selanjutnya menerangkan bahwa novel dan suratkabar dapat memberikan sarana teknis untuk menimbuhkan kembali sebuah komunitas terbayang, yaitu sebuah bangsa. Para pembaca novel dan surat kabar, walaupun berada secara berasingan, dapat memperoleh citra yang sama, yaitu citra terbayang. Dalam pada itu, ia menganggap, bahwa bahasa cetak (print-languages) sebagai salah satu sarana penting untuk membangkitkan kesadaran bangsa. Ia menjelaskan seperti berikut. These print-language laid the bases for national consciousness in three distinct ways. First and foremost, they created unified fields of exchange and communications... Speakers... who might find it difficult or even impossible to understand one another in conversation, became capable, of comprehending one another via print and paper. In the process, they gradually became aware of the hundreds of thousands, even impossible to understand one another in conversation, became aware of the hundreds of thousands, even millions, of time that only those hundreds of thousands, or millions, so belonged. These fellow readers, invisibility, the embryo connected through print, formed, in their secular, particular visible invisibility, the embryo of the nationally 19) Sutan Takdir Alisjahbana, 1956, Sejarah Bahasa Indonesia, hlm. 14-15 20) Benedict Anderson. 1990. Language and Power. hlm. 199. 20 東南亞硏究 23 권 3 호

imagined communities. (Anderson 1986: 47) Kalau ditinjau dari segi ini, pandangan Pramoedya yang menganggap peranan suratkabar sebagai pemimpin pikiran masyarakat pembaca untuk membangkitkan kesadaran bangsa itu, dapat dikatakan sesuai dengan gagasan Andeson yang tersebut di atas. Dukungan penuh terhadap pemilihan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan, walaupun bukan bahasa ibunya, menunjukkan sikapnya yang lebih mengutamakan faktor-faktor yang praktis untuk penyatuan bangsa. Nairn memaparkan bahwa "nasionalisme baru kaum intelektual kelas menengah harus mengundang massa rakyat untuk memasuki sejarah; dan kartu undangan itu harus ditulis dalam bahasa yang mereka pahami". 21) Selain itu, Herder menguraikan juga bahwa tiap-tiap bangsa merupakan bangsa, justru karena mereka mempunyai budaya sendiri dan bahasa sendiri. 22) Mengingat kedua gagasan ini, maka dapat dikatakan masuk akal pandangan dan pemahaman Pramoedya tentang peranan bahasa dalam kebangkitan nasional. Sebenarnya tidak dapat dikesampingkan bahwa sejak dasawarsa 1920-an bahasa Indonesia telah mengada dengan penuh kesadaran diri. Sejak masa Belanda mengawali penaklukan lokalnya pada abad ketujuh belas, pelajaran bahasa Belanda untuk inlander tidak pernah benar-benar dikerjakan secara serius, dan baru dilaksanakan pada abad kedua puluh. Malah yang terjadi adalah, lewat proses yang lamban dan sebagian besar tidak terencana, berkembanglah sebuah bahasa negara yang tumbuh di atas landasan bahasa niaga antarpulau. Pada awal abad kesembilan belas bahasa yang dinamakan dienstmaleisch (bahasa 21) Lihat Nairn. 1977. The Break-up of Britain. hlm. 340. 22) Lihat Kemilainen. 1964. Nationalism. hlm. 42. Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 21

Melayu administratif) ini sudah mantap bercokol di dalam tata kepegawaian negara. Setelah kapitalisme cetak memasuki gelanggang secara cukup besar usai pertengahan abad, bahasa Melayu ini tertuang ke dalam pasar dan media. Mula-mula paling banyak dipakai oleh para wartawan dan pencetak Tionghoa serta Indo, menjelang akhir abad itu kaum pribumi pun sudah menggunakannya. 23) Jika dikaitkan dengan tokoh Minke, tampaklah bahwa Minke memilih bahasa Melayu sebagai salah satu faktor untuk menghindari dunia yang bermasalah dalam usahanya untuk mencapai pandangan dunia yang baru. Oleh karena itu, tokoh utama Minke akhirnya digambarkan sebagai seorang pelopor yang sangat menghargai bahasa Melayu sebagai bahasa yang digunakan dalam suratkabar dan organisasiorganisasi baru. Maka, ketika bertemu dengan ketua cabang Syarikat Dagang Islamiah Palembang dalam perjalanan yang diadakan untuk melihat perkembangan organisasi itu dari dekat, dia menjelaskan perlunya menggunakan bahasa seperti berikut: Mengapa Jawa harus dikalahkan oleh Melayu? Diambil praktisnya, Mas. Sekarang, yang tidak praktis akan tersingkir. Bahasa Jawa tidak praktis. Tingkat-tingkat di dalamnya adalah bahasa pretensi untuk menyatakan kedudukan diri. Melayu lebih sederhana. Organisasi tidak membutuhkan pernyataan kedudukan diri. Semua anggota sama, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah... Tapi anggota orang Jawa lebih banyak. "Kita ambil praktisnya. Apa salahnya orang Jawa mengalah, melepaskan kebesaran dan kekayaannya yang tidak tepat lagi untuk zamannya yang tidak tepat? Demi persatuan Hindia?" (Jejak Langkah: 373-374) 23) Benedict Anderson. 1990. Language and Power. hlm. 132. 22 東南亞硏究 23 권 3 호

Selain itu, pentingnya menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan di kepulauan Hindia begitu banyak ditekankan dalam tetralogi ini. Ketika seorang tokoh peranakan Hadji Moeloek menerangkan jasa golongannya untuk Hindia kepada Minke, peranan golongan peranakan dalam mempelopori penerbitan suratkabar berbahasa Melayu juga ditampilkan. Dalam situasi seperti itu, dia memberi pandangan bahwa bahasa Melayu... lebih sedap dari bahasa apa pun yang aku kenal, dan dapat aku ucapkan. Bahasa yang luar biasa bebasnya, bisa dipergunakan dalam keadaan apa pun, dalam suasana bagaimanapun, tanpa diri merasa kehilangan kehormatan. (Jejak Langkah: 278) Hakikat ini menunjukkan bahwa golongan peranakan lebih dahulu menguasai bahasa Melayu daripada golongan pribumi Hindia. Pihak penjajah Jepang juga menggalakkan penggunaan bahasa Indonesia ketika tentaranya menduduki Indonesia. Demi menggalang kekuatan seluruh penduduk Indonesia untuk tujuan perangnya, orang Jepang menyusup masuk ke desa-desa yang terpencil di Nusantara, sambil memakai bahasa Indonesia. Demikianlah maka bahasa Indonesia berkembang dan bagi kebanyakan penduduk mengilhami suatu perasaan baru. Makin mereka belajar memakai bahasa Indonesia dengan bebas, mereka makin menyadari adanya suatu ikatan umum. Bahasa Indonesia menjadi suatu lambang kesatuan kebangsaan yang berlawanan dengan usaha-usaha Jepang itu, sepenuhnya menyuburkan bahasa dan kebudayaan mereka sendiri. Oleh karena itu, menjelang Jepang menyerah, posisi bahasa Indonesia sudah sangat lebih baik, baik dalam kekuatannya maupun martabatnya tidak hanya jika dibandingkan dengan bahasa Belanda, tetapi juga dengan berbagai bahasa daerah di kepulauan itu yang tidak punya kesempatan berkembang selama masa pendukung Jepang. 24) 24) Sutan Takdir Alisjahbana. 1949. "The Indonesia Language - By Product of Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 23

Berkaitan dengan pandangan Pramoedya yang dipaparkan dalam karya Bumi Manusia, dapat dikatakan bahwa skala pemikiran Minke terhadap bangsa sangatlah besar. Minke menganggap bahwa bangsa yang dimaksudkannya adalah seluruh bangsa yang berbahasa Melayu di dalam dan luar Hindia. Ini berarti, selain Hindia, termasuklah Malaya seluruhnya kecuali yang berbahasa Cina, serta orang-orang yang berbahasa Melayu di Siam, Singapura, dan Filipina. Dia memberi nama bangsa itu sebagai bangsa Melayu-Besar. Maka dia berkeinginan untuk memperluaskan Syarikat Dagang Islamiah itu ke seluruh bangsa-bangsa tersebut. Di sini juga, bahasa Melayu menjadi dasar pandangan ini. III. Kesimpulan Definisi nasionalisme yang umum tidak dapat diterapkan pada semua negara untuk menguraikan gerakan nasionalisme masing-masing. Pengalaman hidup yang menumbuhkan gerakan kesadaran suatu masyarakat ke arah penentuan nasib, tidaklah sama pada semua negara. Kawasan Asia Tenggara khususnya yang pernah mengalami penjajahan kekuasaan asing mempunyai desakan kesadaran bangsa sebagai usaha melepaskan diri dari keadaan yang menyengsarakan. Pada masyarakat di Asia Tenggara, gerakan kesadaran akibat tekanan-tekanan sosial, ekonomi dan politik itu mulai terlihat secara jelas dengan masuknya kekuasaan-kekuasaan Barat, terutama pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Walaupun sejak awal bahasa Melayu sudah menjadi lingua franca di dunia Melayu, negara Malaysia perlu menjadikan bahasa Melayu Nationalism". hlm. 390. 24 東南亞硏究 23 권 3 호

sebagai bahasa nasional karena negara itu terdiri dari beberapa kaum, yaitu Melayu, Cina, dan India. Dalam pada itu, pihak pemerintah Malaysia beberapa kali menyediakan kebijakan dan peraturan untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar dalam bidang pendidikan. Dapat dikatakan sedikit banyak berhasil pihak pemerintah Malaysia untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional. 25) Dalam pada itu, faktor bahasa dalam penyatuan bangsa menjadi penting, karena dengan berbuat demikian dapat terwujud komunitas terbayang, yang menjadi prasarana suatu bangsa. Berdasarkan keyakinan bahwa hanya penyatuan bangsa Indonesia seluruhnya yang dapat mewujudkan suatu tenaga besar untuk menentang kekuasaan penjajahan, maka dengan sendirinya mereka berusaha mencari suatu bahasa yang dapat difahami oleh bahagian rakyat yang terbesar, yaitu bahasa Melayu. Pramoedya sendiri menekankan penggunaan bahasa Melayu dalam karyanya sebagai salah satu faktor untuk penyatuan bangsa. 25) Walaupun demikian, kalau ditinjau dari segi standar penggunaan bahasa Melayu, masyarakat Malaysia semakin bercenderung menggunakan bahasa Melayu yang tidak baku. Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 25

<Sumber Rujukan> Anderson R. O'G, Benedict. 1983. Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso. Anderson R. O'G, Benedict. 1990. Language and Power: Exploring Political Cultures in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press. Blast, Robert. 1988. "Malay Historical Linguistics" dalam Mohd Thani Ahmad (ed.) Rekonstruksi dan Cabang-Cabang Bahasa Melayu Induk. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Carr, Denzel. 1959, Sampai ke Mana Memumikan Bahasa? Siasat, 21 Januari. Choy-Kim Chuah. 1996. "Pengajian Bahasa Melayu pada Abad ke-21". Makalah untuk Persidangan Antarabangsa Pengajian Melayu Beijing. Beijing. Hoffman, John. 1979. "A Foreign Investment: Indies Malay to 1901" dalam Indonesia. No.27. Ithaca: Cornell University Press. Kahin, George Mc. 1995. Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia. Jakarta: Sinar Harapan. Kemilainen, Aira. 1964. Nationalism: Problems Concerning the Word, the Concept and Classification. Jyvaskyla: Kustantajat. Nairn, Tom. 1977. The Break-up of Britain. London: New Leftbooks. Nik Safiah karim. 1988. Sosiolinguistik Bahasa Melayu dan Pengajaran. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Pramoedya Ananta Toer. 1981. Bumi Manusia. Jakarta: Hasta Mitra. Pramoedya Ananta Toer. 1985. Jejak Langkah. Jakarta: Hasta Mitra. Sutan Takdir Alijsyahbana. 1949. "The Indonesia Language - By Product of Nationalism". Pacific Affairs. Desember. Sutan Takdir Alisjahbana. 1974. "Language Policy, Language Engineering and Literacy in Indonesia and Malaysia" dalam 26 東南亞硏究 23 권 3 호

Fishman J. (ed.) Advances in Language Planning. The Hague: Mouton. Mohd. Taib Osman. 1982. Pengajian Melayu Sebagai Bidang Ilmiah di Universiti. Kuala Lumpur: Universiti Malaya Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 27

국문요약 민족의식고취에있어서의말레이-인도네시아어의역할 고영훈 ( 한국외대 ) 민족을정의하는데있어서기존의지정학적인관점을탈피하고문화적인요소를중요시한앤더슨의견해는말레이시아나인도네시아의민족의식을설명하는데유용하다. 앤더슨은 상상의공동체 가민족의식으로발전할수있으며이를구성하는것으로서동일한언어의사용이중요하다고보았다. 이러한관점에서보면다종족으로이루어진말레이시아나인도네시아가각각하나의언어, 즉말레이어와인도네시아의사용을강조하거나중요시하는것은식민통치를벗어나독립을이룩한주권국가로서존립하기위한요건이다. 말레이어는말라카해협에서발흥한왕국들이 1세기부터인도나중국과같은나라들과교역시교통어로사용되었고 15세기에는인도네시아군도에서널리사용되었다. 말레이시아는말레이계, 중국계, 그리고인도계로구성된나라로서말레이어가이들통합의구심점이되었다. 각종족의언어를구사하면서국어로서말레이어를사용하는데있어서표준어의사용을도외시하고영어와혼용해서사용하는계층이있는등다소의문제가있지만정부의일관된정책으로말레이시아에서말레이어의위치는공고하다. 인도네시아는그들역내에서사용인구수가가장많았던자바어대신말레이어를국어로채택하였으며국가의통합에서중요한역할을하였다. 특히, 20세기초민족의식이싹틀때이슬람동맹 (Sarekat Islam) 등에서말레이어 ( 인도네시아어 ) 의사용을강조함으로써민족통합의중 28 東南亞硏究 23 권 3 호

요한장치가되었다. 쁘라무디아 (Pramoedya Ananta Toer) 같은작가는 < 인간의대지 > 와같은작품에서말레이어가민족을통합하는데중요한역할을하였다는점을강조하였다. 주제어 : 민족의식, 상상의공동체, 말레이어, 인도네시아어, 쁘라무디아, 인간의대지 논문접수일 2013. 12. 15 논문심사일 2013. 12. 27 게재확정일 2014. 01. 06 Peranan Bahasa Melayu-Indonesia dan Kebangkitan Nasional 29